Kamis, 10 November 2016

Dimanapun tempatnya sinyal IndosatOoredoo tetap 4G, Dunia dalam genggaman tangan !



Indonesia telah berkembang menjadi sebuah bangsa digital dan kami di Indosat Ooredoo mendigitalisasi segala sesuatu, dimulai dari rumah, tempat bekerja begitu pula kehidupan sosial. Bagi kami, digital menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap kehidupan di Indonesia. Itulah mengapa kami berupaya membangun perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia.
Teknologi digital tentu dapat membantu kemajuan hidup banyak orang. Kami membayangkan sebuah dunia digital yang mudah diakses, terjangkau, dan dapat dinikmati semua orang.
Kami berkomitmen untuk membuat teknologi ini dapat diakses oleh semua orang dan setiap bisnis, baik dari masyarakat yang berada di kota besar hingga yang tinggal di daerah-daerah di Indonesia. Indosat Ooredoo siap membantu setiap warga Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dengan bergabung dalam dunia digital yang luas.
Indosat Ooredoo menawarkan produk dan jasa yang menawarkan kemudahan, akses ke dunia digital yang lebih baik, serta terjangkau. Kami ingin membantu orang berbagi lebih, menghubungkan lebih dan akses yang lebih. Melalui layanan 4Gplus kami akan terus berkontribusi memajukan Indonesia sebagai bangsa digital dan kami bangga menjadi bagian dari itu.
Kami ingin menawarkan pengalaman digital terbaik yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Hal ini kami wujudkan dengan modernisasi jaringan yang kami lakukan selama dua tahun terakhir dan menjadikan jaringan Indosat Ooredoo adalah jaringan untuk penggunaan layanan data yang paling kuat di Indonesia.
Pengalaman penggunaan layanan kami oleh Anda adalah yang paling penting. kami memastikan bahwa pelanggan harus selalu menerima pengalaman layanan terbaik. Bagi kami, pelanggan adalah sahabat.Kami pun telah menggandakan gerai layanan kami di seluruh Indonesia agar lebih dekat dengan pelanggan. Serta mulai hari ini semua staf kami adalah ahli dunia digital yang siap membantu Anda mendapatkan pengalaman yang terbaik.Ini adalah semangat yang mendorong perjalanan Indosat Ooredoo untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia. Memberikan pengalaman digital terbaik yang harus dimiliki setiap masyarakat Indonesia.Dengan Ooredoo, kami lebih kuat. Kami memiliki merek baru, muda dan membantu kami lebih dekat dengan pelanggan..Merupakan kebanggaan menjadi merek lokal yang memiliki dukungan penuh dan teknologi kelas dunia.Kami ingin Anda memiliki pengalaman digital terbaik setiap saat, dimanapun dan Anda dapat memulai di sini, di website baru kami!

Sejarah Perusahaan :
1967
Indosat didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing
pertama di Indonesia yang menyediakan
layanan telekomunikasi internasional
melalui satelit internasional.

1980
Indosat berkembang menjadi perusahaan telekomunikasi
internasional pertama yang dibeli dan dimiliki 100%
oleh Pemerintah Indonesia.

1994
Menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dan New York Stock Exchange. Pemerintah Indonesia
dan publik masing-masing memiliki 65% saham dan 35% saham.

2001
Mengambil alih saham mayoritas Satelindo, operator selular
dan SLI di Indonesia. Mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile
(IM3) sebagai pelopor jaringan GPRS dan layanan
multimedia di Indonesia.
2002
Mengambil alih saham mayoritas Satelindo, operator selular
dan SLI di Indonesia. Mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile
(IM3) sebagai pelopor jaringan GPRS dan layanan
multimedia di Indonesia.


2003
Bergabung dengan ketiga anak perusahaan yaitu, Satelindo,
IM3, dan Bimagraha, untuk menjadi operator selular
terkemuka di Indonesia.

2006
Meraih lisensi jaringan 3G dan memperkenalkan layanan 3,5G di Jakarta, Surabaya dan beberapa kota lainnya
2008
Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65%. Selanjutnya Indosat dimiliki oleh Qatar Telecom (Qtel) Q.S.C. (Qtel) atas nama Ooredoo Asia Pte. Ltd. (dahulu Qtel Asia Pte. Ltd. (65%), pemerintah Indonesia (14,29%) dan publik (20,71%). Indosat memperoleh lisensi tambahan frekuensi 3G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan anak perusahaan, IM2, memenangkan tender untuk lisensi WiMAX yang diadakan pemerintah.

2009
Mendapatkan 2nd carrier 3G pada pita 2100MHz

2010
Memulai transformasi menyeluruh untuk menjadi
perusahaan yang lebih fokus dan efisien melalui
restrukturisasi organisasi, modernisasi dan ekpsi
jaringan selular, dan inisiatif-inisiatif mencapai
keunggulan operasional.

2012
Momentum untuk maju sebagai organisasi berfokus
pada pelanggan yang mencapai 58,5 juta pelanggan
didukung oleh peningkatan jaringan serta inovasi
produk yang berkelanjutan.

2013
Komersialisasi jaringan 3G Indosat di
frekuensi 900MHz.

2014
Peluncuran dan komersialisasi layanan 4G di 900 Mhz
dengan kecepatan hingga 42 Mbps di beberapa
kota besar di Indonesia.
2015
Indosat resmi berganti nama menjadi
Indosat Ooredoo.

   Definisi Corporate Action

Darmadji dan Fakhruddin (2001:177) menyatakan bahwa corporate action merupakan berita yang umumnya menarik pihak-pihak yang terkait di pasar modal, khususnya para pemegang saham. Pengertian corporate action umumnya mengacu pada aktivitas penerbitan right, pemecahan saham (stock split), saham bonus, dan pembagian dividen, baik dalam bentuk dividen saham (stock dividend), maupun dividen tunai (cash dividend). Keputusan untuk melakukan corporate action dilakukan emiten guna memenuhi tujuan-tujuan tertentu, seperti meningkatkan modal perusahaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, meningkatkan modal saham agar likuiditas meningkat atau tujuan-tujuan lain perusahaan. Umumnya corporate action memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepentingan pemegang saham, karena corporate action yang dilakukan emiten akan berpengaruh terhadap jumlah saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, jumlah saham yang akan dipegang oleh pemegang saham, serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham. Dengan demikian, pemegang saham harus mencermati dampak atau akibat corporate action sehingga memperoleh keuntungan dari melakukan keputusan atau antisipasi yang tepat.





2.      Definisi Etika Bisnis
Pengertian etika bisnis menurut Velasques(2002) merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Pengertian etika bisnis menurut Steade et al(1984:701) adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
Pengrtian etika bisnis menurut Hill dan Jones (1998) merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

3.      Etika Bisnis Yang Baik
      Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
a.       Produk yang baik
b.      Managemen yang baik
c.       Memiliki Etika


Penerapan CSR(Corporate Social Responbility) Indosat mencakup 5 inisiatif, yang
dilakukansecaraberkesinambunganyaitu:


Organizational Governance
Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.
CSR Goal Indosat
Bertumbuh, mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta Peduli kepada masyarakat.


a.       Darmadji Tjipto dan Hendry M Fakhruddin, 2001. Pasar Modal di Indonesia, Salemba Emapat, Jakarta
b.      Velazquez, M. G. (2005). Etika Bisnis, Konsep dan Kasus – Edisi 5. Diterjemahkan dari judul asli Business Ethics, Concepts and Cases (2002) oleh Ana Purwaningsih, dkk. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
c.       Steade et al (1984: 701),Etika Bisnis,”Business, Its Natural and Environment An  
d.      Hill, Charles W.L., dan Jones Gareth R. 1998.Strategic management Theory: An Integrated Approach. Fourth Edition, Houghton Mifflin, Boston. 





Sabtu, 08 Oktober 2016

Menganalisa Coporate Action dalam Etika Bisnis

1.      Definisi Corporate Action
Pengertian corporate action yang pertama dijelaskan oleh Maguire (2007) memberikan definisi corporate action sebagai “An event initiated by a company that affects its share.” Artinya adalah corporate action merupakan suatu event yang digagas oleh sebuah perusahaan yang mempengaruhi pangsa pasarnya sendiri.
Darmadji dan Fakhruddin (2001:177) menyatakan bahwa corporate action merupakan berita yang umumnya menarik pihak-pihak yang terkait di pasar modal, khususnya para pemegang saham. Pengertian corporate action umumnya mengacu pada aktivitas penerbitan right, pemecahan saham (stock split), saham bonus, dan pembagian dividen, baik dalam bentuk dividen saham (stock dividend), maupun dividen tunai (cash dividend). Keputusan untuk melakukan corporate action dilakukan emiten guna memenuhi tujuan-tujuan tertentu, seperti meningkatkan modal perusahaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, meningkatkan modal saham agar likuiditas meningkat atau tujuan-tujuan lain perusahaan. Umumnya corporate action memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepentingan pemegang saham, karena corporate action yang dilakukan emiten akan berpengaruh terhadap jumlah saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, jumlah saham yang akan dipegang oleh pemegang saham, serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham. Dengan demikian, pemegang saham harus mencermati dampak atau akibat corporate action sehingga memperoleh keuntungan dari melakukan keputusan atau antisipasi yang tepat.

2.      Definisi Etika Bisnis
Pengertian etika bisnis menurut Velasques(2002) merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Pengertian etika bisnis menurut Steade et al(1984:701) adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
Pengrtian etika bisnis menurut Hill dan Jones (1998) merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

3.      Etika Bisnis Yang Baik
      Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
a.       Produk yang baik
b.      Managemen yang baik
c.       Memiliki Etika

4.      Tiga aspek bisnis dalam Coporate Action
a.       Sudut pandang ekonomis
      Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Yang terjadi disini adalah adanya interaksi antara produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan konsumen, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak. Dari sudut pandang ekonomis, good business adalah bisnis yang bukan saja menguntungkan, tetapi juga bisnis yang berkualitas etis.
  Jadi menurut saya, perusahaan harus tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip ekonomi mencapai sesuatu dengan biaya tertentu , mencapai hasil optimum dan bersaing dengan competitor secara fair
b.      Sudut pandang moral.
Dalam bisnis, berorientasi pada profit, adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Tidak semua yang bisa kita lakukan boleh dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Pantas diperhatikan, bahwa dengan itu kita sendiri tidak dirugikan, karena menghormati kepentingan dan hak orang lain itu juga perlu dilakukan demi kepentingan bisnis kita sendiri.
Jadi menurut saya, perusahaan dalam menjalankan corporate action harus bertanggung jawab dan menjaga kepercayaan mitra/konsumennya
c.       Sudut pandang Hukum
Bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan “Hukum” Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis, pada taraf nasional maupun international. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum lebih jelas dan pasti daripada etika, karena peraturan hukum dituliskan hitam atas putih dan ada sanksi tertentu bila terjadi pelanggaran. Bahkan pada zaman kekaisaran Roma, ada pepatah terkenal : “Quid leges sine moribus” yang artinya : “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas 
Jadi menurut saya : Perusahaan tidak boleh melakukan penipuan dan manipulasi pasar dalam menjalankan corporate action dan harus tetap mengikuti aturan undang-undang.

5.      Contoh Kasus
PT POS INDONESIA Dalam Menerapkan Etika Bisnis Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan/organisasi adalah dengan cara menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan pedoman bagi Komisaris dan Direksi dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dengan dilandasi moral yang tinggi, kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perseroan terhadap pihak yang berkepentingan (stakeholders) secara konsisten. Maksud dan tujuan penerapan Good Corporate Governance di Perusahaan adalah sebagai berikut:
a.    Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar Perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional
b. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian.
c.    Mendorong agar manajemen Perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaan.
d.      Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional
e.       Meningkatkan nilai investasi dan kekayaan Perusahaan

Referensi :
a.       Darmadji Tjipto dan Hendry M Fakhruddin, 2001. Pasar Modal di Indonesia, Salemba Emapat, Jakarta
b.      Velazquez, M. G. (2005). Etika Bisnis, Konsep dan Kasus – Edisi 5. Diterjemahkan dari judul asli Business Ethics, Concepts and Cases (2002) oleh Ana Purwaningsih, dkk. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
c.       Steade et al (1984: 701),Etika Bisnis,”Business, Its Natural and Environment An  
d.      Hill, Charles W.L., dan Jones Gareth R. 1998.Strategic management Theory: An Integrated Approach. Fourth Edition, Houghton Mifflin, Boston. 



Sabtu, 18 Juni 2016

TUGAS 7 Bahasa Indonesia 2: Perkembangan Perekonomian di Indonesia

Istilah perkembangan ekonomi sering dicampur baurkan dengan pertumbuhan ekonomi, dan pemakaiannnya selalu berganti-ganti, sehingga kelihatan pengertian antara keduanya dianggap sama menurut Fahri,Koerul (2009), mengatakan bahwa di Negara-negara maju kenaikan dalam tingkat pendapatan biasanya disebut pertumbuhan ekonomi. Sedangkan, di Negara berkembang disebut perkembangan ekonomi.

    Teori Modernisasi
A. Analisis Teori
WW Rostow Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli Artikel : Economics Journal (Maret 1956) dimuat dalam Buku The Stages of Economics Growth (1960). Menurut  WW Rostow, Pembangunan Ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan:
1.        Perubahan orientasi ekonomi, politik dan sosial yang pada mulanya berorientasikepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
2.        Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitukesadaran untuk membina keluarga kecil.
3.        Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidakproduktif menjadi investasi yang produktif.
4.        Perubahan sikap hidup dari adat istiadat yang kurang merangsang pembangunanekonomi misalnya kurang menghargai waktu kerja dan orang lain.
Basis Asumsi Teori Rostow membagi proses pembangunan menjadi lima tahap, adalah sebagai berikut :
Masyarakat tradisional ,Pra-kondisi tinggal landas,Tinggal landas,Menuju kedewasaan (tahap kematangan),Era konsumsi massa tinggi 

Beragam pengalaman politik dan ekonomi yang telah diperoleh Indonesia sejak kemerdekaan pada tahun 1945, era orde lama, era orde baru, dan hingga era reformasi seperti sekarang. Iklim politik yang dinamis dirasakan Indonesia saat peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Walaupun cenderung mengarah ke otoriter, namun kehidupan ekonomi ketika itu mengalami perubahan kearah lebih baik. Pada era orde baru kegiatan pemerintah memang lebih banyak mengarah ke bidang ekonomi, meski terkesan monopolistic, sedangkan era orde lama dan era reformasi sekarang pemerintah lebih cenderung kebidang politik. Tetapi tetap saja urusan ekonomi menjadi perhatian pemerintah sekarang ini karena melihat terjadinya krisis ekonomi global.
A. Era Orde Lama (1945 - 1966)
Ketidakstabilan kehidupan politik dan seringnya kabinet berganti membuat perekonomian pun kurang berkembang dengan baik. Pertumbuhan ekonomi mengalami kemunduran yang drastis dari 6,9 % pada periode 1952-1958 menjadi hanya 1,9 % saat periode 1960-1965. Ketika itu harga-harga terus membumbung tinggi karena terjadinya defisit anggaran belanja pemerintah yang terus meningkat setiap tahunnya yang kemudian dibiayai dengan mencetak uang baru.  Hingga pada akhir kekuasaan pada tahun 1966, laju inflasi terus meningkat mencapai 650 %.

B. Era Orde Baru (1966 - 1997)
Pada masa transisi ini, perekonomian Indonesia masih tidak menentu. Dari segi ekonomi saja banyak sekali masalah pelik yang diwariskan oleh orde lama kepada orde baru. Untuk menyelamatkan perekonomian ini, pemerintah menetapkan beberapa langkah prioritas kebijakan ekonomi dengan membagi dalam program jangka pendek dan jangka panjang.
Program jangka pendek ditempuh dalam dua tahun dengan empat tahap penyelamatan. Setelah dua tahun, dilanjutkan dengan program jangka panjang yang terdiri atas rangkaian Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang berjalan penuh hingga Pelita VI, sedangkan pelita VII sempat berjalan satu anggaran tahun saja.
Pada era orde baru baru ini, terjadi krisis yang berkelanjutan dari krisis moneter, krisis ekonomi, krisis politik, hingga krisis sosial yang selalu diwarnai aksi demonstrasi mahasiswa. Aksi-aksi mahasiswa ini berujung turunnya Presiden Soeharto dari jabatannya yang menandai runtuhnya rezim orde baru. Selama rezim orde baru tersebut pembangunan diarahkan pada pencapaian Trilogi Pembangunan yang termasuk dalam rangkaian Pelita. Pada Pelita VI yang seharusnya direncanakan sebagai era pembangunan ekonomi tinggal landas (take off). Namun yang awalnya sektor pertanian sebagai penyumbang utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kemudian digantikan oleh sektor industri pengolahan. Langkah ini ternyata gagal, bukannya menjadi penghasil devisa, industri pengolahan ini malahan menjadi penghambur devisa.
Strategi industrialisasi import yang diterapkan pemerintah Indonesia ternyata telah gagal membawa perekonomian Indonesia tinggal landas dan mengurangi kesenjangan dengan negara-negara maju.
Perekonomian Indonesia malahan semakin terpuruk karena fundamentalnya kurang kuat memegang sektor industri. Berarti dalam kasus ini, teori Fedrich List telah terbukti, bahwa di daerah berhawa tropis hanya cocok untuk sektor ekonomi pertanian.

C. Masa Reformasi (1998 - sekarang)
Krisis moneter yang belanjut dengan krisis ekonomi masih belum bisa dipisahkan pada masa reformasi ini. Walaupun ada pertumbuhan ekonomi sekitar 6% untuk tahun 1997 dan 5,5% untuk tahun 1998, namun belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan karena laju inflasi masih tinggi yaitu sekitar 10%. Hal berbeda terjadi pada tahun 1999 yang sudah mengalami pertumbuhan positif, pada tahun 1998 seluruh sektor masih mengalami pertumbuhan negatif.
 Sejak tahun 1999 hingga sekarang, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin menunjukan kearah yang menggembirakan. Di bawah kepemimpinan yang demokratis, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami pemulihan. Dari sini, Indonesia telah mendapatkan pengakuan di mata dunia hingga dinobatkan sebagai terbaik ketiga di dunia. Bahkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, ke depannya menargetkan pertumbuhan ekonomi selama 2010-2014 rata-rata sekitar 6,3 bahkan 6,9%  persen per tahun dengan pertumbuhan di tahun 2010 sebesar 7% - 7,2%. Namun tetap saja, semuanya dikembalikan lagi pada fluktuasi stabilitas sosial, politik, dan keamanan bangsa. Jika tidak terjadi pasang surut, maka semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Namun yang sangat membingungkan dari tahapan perkembangan ekonomi Indonesia adalah sebelum Indonesia menyelesaikan tahap Lepas Landas (take off), Indonesia langsung meloncat ke arah Konsumsi Tinggi (the age of high mass consumtion) seperti sekarang ini. Munculnya banyak masyarakat yang konsumtif di daerah perkotaan tanpa peduli dengan keadaan ekonomi bangsa. Belum lagi tingkat belanja para pejabat Negara yang tinggi sekali dengan memakai uang rakyat. Tentunya hal ini tanpa melewati tahap gerakanke arah kedewasaan (the drive of maturity).


DAFTAR PUSTAKA
·         Ai siti farida, SE., M.Si. sistem ekonomi indonesia, pustaka setia bandung 2010
·         Schoorl, J.W.1982.Modernisasi . Jakarta ; PT.Gramedia
·         Subandi. 2005. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: Alfabeta.

TUGAS 6 Bahasa Indonesia 2 : Indikator Perekonomian Indonesia

Sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah dapat dilihat atau diukur dari tiga pendekatan yaitu, pendekatan faktor produksi (Neo Klasik), pendekatan sektoral dan pendekatan pengeluaran yang meliputi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan selisih ekspor dengan impor. Dalam pendekatan faktor produksi, sumber pertumbuhan ekonomi dilihat dari faktor-faktor produksi yaitu modal (capital), tenaga kerja (man power) dan kemajuan teknologi (technology progress). Selanjutnya, untuk melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari pendekatan sektoral yaitu dilihat dari sektor-sektor ekonomi. Sektor ekonomi dalam hal ini dapat dibagi dalam 3 sektor saja yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder dan kontruksi serta sektor tersier (jasa-jasa).

Menganalisis sumber pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan pendekatan struktural berbeda dengan pendekatan faktor produksi seperti pada teori pertumbuhan Klasik maupun pada teori pertumbuhan Neo Klasik. Pendekatan struktural didasarkan pada adanya perbedaan produktivitas diantara sektor-sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya berasal dari peningkatan secara keseluruhan dari faktor produksi (input), tetapi juga berasal dari pengalokasian sumber-sumber daya pada sektor-sektor produktif. Pembangunan ekonomi harus bertujuan untuk menemukan sektor-sektor yang mempunyai kaitan total paling besar (Jhingan. 1990;247).
Bentuk analisis komperatif struktural ini telah banyak dilakukan, diantaranya oleh Kuznets pada tahun 1957. Dalam penelitiannya, Kuznets melakukan identifikasi terhadap sejumlah ciri struktural yang umum (stylized facts) yang mengisyaratkan adanya berbagai kendala pokok yang mempengaruhi keberhasilan proses perubahan (transformation). Dalam analisisnya, Kuznets melakukan pemilihan komoditi dan sektor menurut pola permintaan, sifat dapat-tidaknya diperdagangkan komoditi tersebut dan penggunaan faktor produksi.


DAFTAR PUSTAKA


                    Jhingan M.L. 1990. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Terjemahan D. Guritno, SH. Rajawali Pers. Jakarta

TUGAS 5 Bahasa Indonesia 2 : Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Menurut Ali Hasaan (2013:25) Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Sistem perekonomian liberal pertama kali dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith dengan dasar bekerjanya adalah adanya kegiatan ‘invisible hand’ atautangan-tangan yang tidak terlihat. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut paham ’Laissez faire’ yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah. Kaum klasik berpendapat seperti itu karena mereka menganggap bahwa keseimbangan ekonomi pasar akan tercipta dengan sendirinya.
Sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara system tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana ( planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan
DAFTAR PUSTAKA
Ali Hassan, 2013, Sistem-sistem Prekonomian,edisi ketiga, Penerbit: Erlangga, Jakarta

Tugas 4 Bahasa Indonesia 2: Nilai Tukar

Nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap nilai mata uang lainnya (Salvatore 1997:9). Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing. Penurunan nilai tukar uang dalam negeri disebut depresiasi atas mata uang asing.
Dornbusch (1976) memperkenalkan pengembangan dari model Mundell-Fleming untuk sistem nilai tukar mengambang dengan memasukkan konsep dinamik dan rational expectations. Pengembangan tersebut memungkinkan adanya penyesuaian harga, suku bunga, dan ekspektasi secara bertahap di pasar asset sehingga kebijakan moneter hanya akan memiliki dampak sementara (transitory) terhadap tingkat produksi. Dengan perkataan lain, dalam jangka panjang ketika tingkat harga sudah sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perubahan nilai tukar, kebijakan moneter akan bersifat netral terhadap tingkat produksi.
Di antara dua kutub sistem nilai tukar, terdapat banyak varian sistem nilai tukar yang merupakan kompromi dari kedua sistem tersebut. Perbedaan mendasar di antara berbagai varian tersebut terletak pada tingkat intensitas intervensi yang dilakukan oleh otoritas moneter di pasar valas. Salah satu sistem yang banyak dianut adalah system mengambang terkendali (managed floating). Dalam sistem ini, target nilai tukar yang ditetapkan oleh otoritas moneter seringkali tidak diumumkan kepada publik dan bersifat fleksibel.

DAFTAR PUSTAKA

Salvatore 1997:9.  Capital Markets (Prentice Hall, New Jersey: 1992) dalam The Fei Ming, Day Trading Valuta Asing. Jakarta : Gramedia.


Dornbusch, Rudiger, dan F. Leslie C.H. Helmers, eds. 1995. The Open Economy: Tools for Policymakers in Developing Countries. Oxford University Presss. New York.


Jumat, 17 Juni 2016

TUGAS 3 Bahasa Indonesia 2 : Inflasi

          Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

        Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi. Penjelasan lebih lanjut untuk kedua penyebab inflasi tersebut adalah sebagai berikut.  Inflasi karena kenaikan permintaan (Demand Pull Inflation) , Inflasi karena biaya produksi (Cos Pull Inflation) , Inflasi karena jumlah uang yang beredar bertambah



TUGAS 2 Bahasa Indonesia 2 : Pengertian Ekonomi

       Paul A. Samuelson (2001), mendefinisikan ekonomi sebagai kajian masyarakat dalam
              S                                  P                     O                      P
menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan
                                                            P
mendistribusikannya kepada masyarakat luas. Definisi
                        P                                                       S
lain mengatakan  bahwa ekonomi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari cara
              P                      O                             P                         O
memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia
                                                            O

terbatas.

       Menurut Dominick Salvatore dan Eugene A. Diulio (2004), ekonomi adalah ilmu sosial
                                  S                                 O
yang mempelajari individu – individu dan organisasi yang terlibat dalam produksi,
                                                            P
konsumsi, dan distribusi barang dan jasa.
                        P

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2 : Ibu Pergi ke Pasar

Ibu pergi ke pasar
 S      P          K
Ibu berangkat mengendarai sepeda motor
  S                      P                                 O
Di pasar, ibu membeli  ayam
     K            S        P               O
Sesampainya di rumah ibu menggoreng ayam tersebut
            K                          S               P                  O
Ayam goreng buatan ibu  disukai  ayah
           O                   K              P         S