Nilai
tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai
dari suatu mata uang terhadap nilai
mata uang lainnya (Salvatore 1997:9). Kenaikan nilai tukar mata uang
dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing. Penurunan nilai tukar uang
dalam negeri disebut depresiasi atas mata uang asing.
Dornbusch (1976)
memperkenalkan pengembangan dari model Mundell-Fleming untuk sistem nilai tukar
mengambang dengan memasukkan konsep dinamik dan rational expectations.
Pengembangan tersebut memungkinkan adanya penyesuaian harga, suku bunga, dan
ekspektasi secara bertahap di pasar asset sehingga kebijakan moneter hanya akan
memiliki dampak sementara (transitory) terhadap tingkat produksi. Dengan
perkataan lain, dalam jangka panjang ketika tingkat harga sudah sepenuhnya
menyesuaikan diri dengan perubahan nilai tukar, kebijakan moneter akan bersifat
netral terhadap tingkat produksi.
Di antara dua kutub
sistem nilai tukar, terdapat banyak varian sistem nilai tukar yang merupakan
kompromi dari kedua sistem tersebut. Perbedaan mendasar di antara berbagai
varian tersebut terletak pada tingkat intensitas intervensi yang dilakukan oleh
otoritas moneter di pasar valas. Salah satu sistem yang banyak dianut adalah
system mengambang terkendali (managed floating). Dalam sistem ini,
target nilai tukar yang ditetapkan oleh otoritas moneter seringkali tidak
diumumkan kepada publik dan bersifat fleksibel.
DAFTAR PUSTAKA
Salvatore
1997:9. Capital Markets (Prentice Hall, New Jersey: 1992) dalam The
Fei Ming, Day Trading Valuta Asing. Jakarta : Gramedia.
Dornbusch, Rudiger, dan F. Leslie C.H. Helmers, eds. 1995. The
Open Economy: Tools for Policymakers in Developing Countries. Oxford
University Presss. New York.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar